Posts

Berburu Rempah-rempah di Paris

Image
Author's photo inventory Memasak makanan Indonesia di luar negeri memang tidak selalu gampang. Kenangan abang-abang lewat di depan rumah sambil meneriakkan makanan dagangannya lalu kita sambut dengan suka cita di depan pintu rumah di Indonesia untuk memesan dan bahkan menambahkan permintaan spesial seperti “tambahkan bawang gorengnya“, atau “cabainya banyakin ya“, terlalu indah. Lalu ketika diam di tempat tinggal perantauan, kita hanya bisa mencelos tiap kali mendapati kiriman foto makanan indonesia di beranda media-media sosial. Kalau sudah seperti itu, dengan tekad bulat (baca : keterpaksaan), niat untuk memasak makanan sendiri muncul. Namun ternyata susah juga untuk membulatkan tekad walau sudah ada niat karena keraguan dan pertanyaan-pertanyaan muncul : berarti harus lihat resep di internet atau buku resep ya, tapi beli bahan masakan dimana ya ? , nah kalau pun sudah sampai di toko nanti kalau mau tanya bahan saya kan tak tahu arti nya dalam bahasa sini...  Sepe...

SUGAR - Bab 3

Image
Maureen - Perjalanan baginya adalah untuk tersesat Pantai Saint Guirec Ploumanac'h Bretagne, Prancis Matahari mulai turun. Alam beringsut hening. Manusia terpukau. Waktu adalah rangkaian dari cerita-cerita. Dan rangkaian cerita apa yang akan terjadi setelah sepenggal matahari turun dan naik esok hari tak ada yang tahu. Karena tak ada yang manusia ketahui kecuali ingatan masa lalu. Dan bagi Ferri, masa lalu yang paling besar sekaligus paling menghantuinya adalah Maureen.             Maureen, melakukan perjalanan seorang diri dari kota asalnya Canberra menuju beberapa kota di Indonesia berbekal tas punggung 25 liter yang terus ia bawa selama perjalanannya. Seperti kebanyakan warga Australia yang berinisiatif melakukan liburan, Bali merupakan tujuan utama mereka. Begitu juga dengan Maureen yang sudah beberapa kali pergi ke Bali dengan teman-teman ataupun keluarganya. Dan saat itu, tahun 2005, Maureen memutuskan menjelajah...

SUGAR - Bab 2

Image
Sugar dan Dia Yang Berganti Kulit             Dug!             “Ferri, nyetirnya bisa pelan sedikit gak ? Ban motornya dari tadi menghantam lubang terus. Dihindari lubangnya, jangan main terobos gitu.”             Sugar protes karena walaupun memang sekarang ia menumpang motor bebek milik Ferri, ia merasa pantatnya tidak pantas beberapa kali menerima antukan jok motor keras membal oleh roda motor melewati lubang dengan kecepatan diatas rata-rata.             "Maaf Neng. Ya ya, ni A’ pelan-pelan ya."  Ferri dengan dialek sunda nya yang kental meminta maaf untuk kesekian kalinya kepada Sugar.             Di belakang punggung Ferri, Sugar mengeluarkan nafas berat dan Ferri tetap tidak memperlambat laju sepeda motor k...

SUGAR - Bab 1

Image
Sugar dan Pemuda Pangandaran Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia.             Sugar dan pemuda pangandaran sama-sama melempar pandangan jauh ke garis horizontal pemisah biru langit dan biru air. Keduanya duduk bersampingan beralaskan pasir putih dengan wajah lurus menatap garis cakrawala tak berbatas. Mereka seakan-akan berlomba menggencarkan kebisuan dalam riuhnya suara ombak dan pekiknya sinar matahari. Kebisuan yang bertubi-tubi muncul setelah kata-kata yang terlontar beberapa saat lalu dari mulut sang pemuda pangandaran. Serangkaian kata yang cukup membuat mulut Sugar bungkam dan tak lagi memperlihatkan deretan gigi-gigi terawat putihnya kala tertawa kepada sang pemuda.             Di senja dua hari yang lalu pemuda pangandaran bertanya kepadanya, "ini bukan musim turis, bukan musim liburan. Apa yang kamu lakukan disini?"         ...