Maureen - Perjalanan baginya adalah untuk tersesat Pantai Saint Guirec Ploumanac'h Bretagne, Prancis Matahari mulai turun. Alam beringsut hening. Manusia terpukau. Waktu adalah rangkaian dari cerita-cerita. Dan rangkaian cerita apa yang akan terjadi setelah sepenggal matahari turun dan naik esok hari tak ada yang tahu. Karena tak ada yang manusia ketahui kecuali ingatan masa lalu. Dan bagi Ferri, masa lalu yang paling besar sekaligus paling menghantuinya adalah Maureen. Maureen, melakukan perjalanan seorang diri dari kota asalnya Canberra menuju beberapa kota di Indonesia berbekal tas punggung 25 liter yang terus ia bawa selama perjalanannya. Seperti kebanyakan warga Australia yang berinisiatif melakukan liburan, Bali merupakan tujuan utama mereka. Begitu juga dengan Maureen yang sudah beberapa kali pergi ke Bali dengan teman-teman ataupun keluarganya. Dan saat itu, tahun 2005, Maureen memutuskan menjelajah...
Bunga Tulip Putih Cinta Sesuatu yang indah Cinta, cinta sesama manusia Indahnya kebersamaan Keriangan, kegembiraan Lupakan beban, rasakan hangatnya Saat kau pejam matamu, pikirkan cinta, bayangkan kasih sayang Senyummu pun merekah Hatimu lega, kaupun menarik nafas, Lalu menghembuskannya Huff.. Hilang semua penatmu Tak ada susah, yang ada hanya senang Kau hidup, bernafas, kau punya segala sesuatu yang kau perlukan untuk hidup Kau punya cinta! Bayangkan bagaimana kau bisa hidup sampai saat ini, susah senang Masa-masa pahit dan suram telah kau lewati Lihat, kau baik-baik saja sekarang Tak ada yang perlu dikhawatirkan Ssah... Sudah, jangan mengeluh dan menangis Jangan terlalu banyak menengok ke atas Sesekali lihatlah bawahmu, renungi dan ratapi Hidupmu seharusnya kau syukuri, bukan kau sesali Kau hidup hanya untuk sekali, nikmatilah Jika kau ragu, perhatikan baik-baik di sekitar... Banyak cinta di sekelilingmu!
Author's photo inventory Memasak makanan Indonesia di luar negeri memang tidak selalu gampang. Kenangan abang-abang lewat di depan rumah sambil meneriakkan makanan dagangannya lalu kita sambut dengan suka cita di depan pintu rumah di Indonesia untuk memesan dan bahkan menambahkan permintaan spesial seperti “tambahkan bawang gorengnya“, atau “cabainya banyakin ya“, terlalu indah. Lalu ketika diam di tempat tinggal perantauan, kita hanya bisa mencelos tiap kali mendapati kiriman foto makanan indonesia di beranda media-media sosial. Kalau sudah seperti itu, dengan tekad bulat (baca : keterpaksaan), niat untuk memasak makanan sendiri muncul. Namun ternyata susah juga untuk membulatkan tekad walau sudah ada niat karena keraguan dan pertanyaan-pertanyaan muncul : berarti harus lihat resep di internet atau buku resep ya, tapi beli bahan masakan dimana ya ? , nah kalau pun sudah sampai di toko nanti kalau mau tanya bahan saya kan tak tahu arti nya dalam bahasa sini... Sepe...
Comments
Post a Comment